#temanpemilih Ranah Minang kembali berduka dan kehilangan salah satu tokoh terbaiknya. Budayawan Yus Datuak Parpatiah yang terkenal lewat berbagai karya rekaman petuah adat Minangkabau dan drama audio sejak 1980-an, berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu (28/3/2026) di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat (Sumbar).
Yus Datuak Parpatiah terlahir dengan nama Yusbir dari pasangan Abdul Jalil dan Syafiyah di Nagari Sungai Batang, Agam, Sumatera Barat pada 7 April 1939. Ia berpulang dalam usia hampir 87 tahun, meninggalkan satu istri, tiga anak dan sejumlah cucu
Yus Datuak Parpatiah, dikenal masyarakat Sumatra Barat baik di ranah maupun di perantauan, karena berbagai karya rekamannya. Rekaman tersebut berbentuk drama, komedi, monolog dan petuah adat. Sejak 1980 hingga 2015, ia sudah menghasilkan 130 judul.
Karya-karya itu antara lain, “Di Simpang Duo”, “Maniti Buiah” dan “Kasiah Tak Sampai” yang berbentuk drama. “Rapek Mancik” dan “Bakaruak Arang” yang merupakan karya komedi. “Pitaruah Ayah”, “Baringin Bonsai”, “Diskusi Adat”, “Panitahan Baralek”, “Kepribadian Minang” serta “Pitaruah Pangulu” yang berbentuk petuah adat dan juga dua film yang diproduksi TVRI.
Mulai 1980 hingga dekade 90-an, karya-karya tersebut beredar dalam bentuk kaset. Puluhan hingga ratusan ribu kaset tiap karya Yus Datuak Parpatiah menyebar ke berbagai pelosok Ranah Minang. Selain itu juga ke komunitas orang Minang di seluruh Indonesia dan berbagai negara.
Selengkapnya